AL QURAN

Kamis, 15 September 2011

GO Public

Go Public Agar Jadi Besar PDF Cetak E-mail
Senin, 12 September 2011 09:50
Daur hidup sebuah perusahaan tidaklah identik dengan siklus kehidupan makhluk hidup. Jika makhluk hidup–juga manusia–mengawali siklus dari lahir, tumbuh berkembang, dewasa, tua, dan mati, tidak demikian dengan siklus perusahaan.

bei0911Dalam siklus perusahaan dikenal apa yang disebut dengan istilah going concern, hidup seterusnya. Karena itu, perusahaan senantiasa mencari jalan untuk bisa berkembang, dan eksis sebagai sebuah entitas bisnis, bahkan kalau bisa ekspansi dan menggurita. Pada awalnya, kebanyakan sebuah perusahaan lahir atau didirikan dengan modal yang terbatas oleh satu atau beberapa orang tertentu melalui modal patungan. Organisasinya juga tidak terlalu besar.

Namun dengan daya tahan, keuletan, dan kemauan keras pemegang saham atau pendiri, tidak sedikit perusahaan yang awalnya berjalan tertatih-tatih kini menjadi perusahaan multinasional. Perusahaan-perusahaan multinasional sekaliber Microsoft, McDonald, General Electric, Toyota, Mitsubishi, Coca Cola, dan banyak lagi, lahir tidak langsung menyandang nama besar dengan omzet dan jaringan yang mendunia.

Mereka mencapai level seperti saat ini melalui proses perjalanan yang panjang. Begitu pun dengan perusahaan besar di dalam negeri seperti Astra International, Bank BCA, Indofood Sukses Makmur, Bank BRI, Bank Mandiri, Telkom, HM Sampoerna, Gudang Garam, Djarum, mereka tidak langsung besar. Mereka melaluinya lewat tahapan waktu yang panjang, perjuangan yang berat, dan pendanaan yang cukup besar.

Dalam perjalanan waktu, bukan tidak mungkin akan lahir kelompok-kelompok usaha baru yang mapan dan lebih kuat. Persoalannya bagi setiap perusahaan bagaimana bisa mengalami proses ke sana: lahir, ekspansi (tidak sekedar bertahan hidup), dan tumbuh dengan organisasi besar dan merambah ke sektor usaha dari hulu hingga hilir. Ini tentu tidak gampang.

Banyak faktor yang menentukan bagi sebuah perusahaan untuk bisa berkembang pesat, mulai kemampuan SDM, jaringan pasar, teknologi, dan tentu saja modal. Ketersediaan modal atau kapital sering kali menjadi kendala utama bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi. Adanya SDM yang andal, manajemen yang piawai, pasar yang memadai, serta kemampuan teknologi sering kali menjadi tidak berarti tanpa adanya ketersediaan modal untuk ekspansi.

Dalam dunia keuangan, kebutuhan modal untuk ekspansi pada dasarnya bisa dipenuhi melalui dua jalan. Pertama, tambahan modal dari pemegang saham dalam bentuk setoran modal sebagai ekuitas. Kedua, utang. Utang ini bisa diperoleh dari pemegang saham, pihak ketiga, atau lembaga keuangan komersial seperti bank. Bisa juga perusahaan menerbitkan surat utang seperti obligasi atau medium term notes (MTN).

Setiap perusahaan tentu memiliki pertimbangan sendiri-sendiri, jalan mana yang akan ditempuh untuk memenuhi kebutuhan modal ekspansinya. Yang pasti, dua-duanya memiliki keunggulan dan keterbatasan sendiri-sendiri. Dari sisi ekuitas misalnya, pemegang saham tentu memiliki keterbatasan dana untuk terus menambah setoran dana segar.

Dari sisi ini, tentu pemegang saham tidak bisa diandalkan terus menerus untuk memperbesar nilai ekuitasnya untuk membiayai kebutuhan ekspansi. Dari sisi utang, kepada siapa pun utang diajukan, tentu dibutuhkan sejumlah persyaratan yang tidak sederhana, misalnya adanya jaminan yang memadai serta tingkat suku bunga yang cukup mahal. Karena itu, pendiri sebagai pemegang saham utama harus berani mengambil inisiatif: mengundang masuknya investor baru atau sekalian saja melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat atau go public.

Dengan go public, berarti ada peningkatan modal (ekuitas) di perusahaan. Perusahaan tidak perlu repot-repot mencari utang lagi. Malah, modal dari penjualan saham baru tadi bisa dipakai untuk melunasi atau membayar sebagian utang perusahaan sehingga beban perusahaan lebih ringan. Perlu dipahami juga bahwa go public bukan sekadar mencari dana untuk tambahan modal ekspansi.

Lebih dari itu, go public memiliki banyak manfaat bagi perusahaan yang bersangkutan. Beberapa manfaat itu di antaranya: Perusahaan lebih profesional. Ini merupakan efek dari go public. Setiap perusahaan dituntut untuk memaksimalkan keuntungan pemegang saham. Karena pemegang saham dari perusahaan publik adalah masyarakat, manajemen dituntut untuk lebih profesional agar bisa mendapatkan pertumbuhan laba yang stabil dari tahun ke tahun, sehingga dividen bisa diberikan kepada pemegang sahamnya.

Keterbukaan informasi atau transparansi. Perusahaan publik dituntut selalu bersikap transparan. Semua informasi yang bersifat material yang menyangkut operasional perusahaan harus disampaikan kepada publik. Lebih akuntabel. Karena kewajiban bersikap transparan tadi, manajemen perusahaan publik lebih bisa dipertanggungjawabkan (akuntabel). Laporan keuangan tahunan dan tengah tahunan harus diaudit oleh akuntan publik.

Bahkan, laporan keuangan triwulan (nonaudit) juga harus diserahkan kepada regulator pasar modal. Memiliki akses yang lebih kuat untuk pendanaan. Lembaga pembiayaan baik bank atau nonbank lebih suka membiayai perusahaan publik dibandingkan perusahaan tertutup. Lebih dikenal masyarakat. Karena sahamnya diperdagangkan di bursa, setiap hari nama perusahaan (beserta harga sahamnya) akan dimuat di sejumlah media massa cetak maupun elektronik.

Ini merupakan promosi gratis dalam proses pembentukan citra (image building) perusahaan. Nilai perusahaan tercermin di pasar. Harga saham di pasar akan langsung mencerminkan nilai perusahaan tersebut berupa nilai kapitalisasi pasar. Akses pasar lebih terbuka. Karena perusahaan lebih dikenal di masyarakat, otomatis lebih dikenal oleh dunia bisnis sehingga akses pasar pun lebih terbuka.

Digitalisasi Cerita Anak Melalui Partisipasi Komunitas Orang Tua dan Guru untuk Mendidik Anak Indonesia yang Berkarakter

Digitalisasi Cerita Anak Melalui Partisipasi Komunitas Orang Tua dan Guru untuk Mendidik Anak Indonesia yang Berkarakter

Selasa, 09 Agustus 2011

Sumbar Mendapat 114 Unit Mobil Internet


 

BANTUAN KEMENTERIAN KOMINFO 

Selasa, 09 Agustus 2011  08 : 54

Bantuan pusat kembali mengalir untuk Sumatera Barat. Kali ini berupa Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan (M-PLIK) atau mobil internet datang dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Jumlahnya 114 unit yang diserah­kan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Kominfo Tifatul Sembiring kepada Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, di Kantor Gubernur Jawa Barat, Senin (8/8).
Kendaraan ini menjadi pusat layanan jasa akses internet keca­matan Kebijakan Kewajiban Pela­yanan Umum (KPU/USO) yang bersifat bergerak (mobile). Man­faatnya sangat besar bagi masyarakat di nagari untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di bidang informasi dan komunikasi. Perang­kat ini dapat disenergikan dan terinte­grasi dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di bidang informasi dan komunikasi. Ken­daraan ini nantinya akan disebar ke seluruh kabupaten/kota yang mem­butuhkannya.
Kepala Biro Humas dan Proto­koler Setdaprov Sumbar, Surya Budhi dalam siaran persnya yang diterima Haluan Senin (8/8), di Padang, menjelaskan, Sumbar men­dapatkan 114 unit M-PLIK ber­sama 5 provinsi lainnya, masing-masing Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
Bantuan ini tentunya sangat dibutuhkan masyarakat di daerah ini, terutama mereka yang bermukim di daerah bencana.
Karena itu, kendaraan jenis ini masih perlu ditambah terutama untuk masyarakat di pesisir pantai yang rawan bencana. Kendaraan ini dapat difungsikan ganda, selain Kebijakan Kewajiban Pelayanan Umum (KPU/USO) dari pemerin­tah, juga untuk menyam­paikan informasi kebencanaan yang dibu­tuhkan masyarakat.
“Kita sudah surati Kominfo untuk menambah kendaraan ope­rasional keliling untuk daerah pesisir pantai, seperti Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Kota Pariaman serta Padang. Kendaraan ini penting, jika ada info tentang  bencana gempa dan tsunami, kendaraan ini dapat dio­per­sio­nalkan untuk memberikan sosialiasi ke tengah masyarakat,” kata Budhi.
Pemprov Sumbar sangat meng­apresiasi kepedulian pemerintah terutama Kominfo ini, karena sudah cukup banyak bantuan yang dibe­rikan untuk Sumbar baik sebelum gempa maupun setelah gempa, termasuk serangkaian agenda Ko­minfo yang digelar di Sumbar.
Menurut Budhi, Dirjen Pe­nyelenggaraan Pos dan Telematika Kementrian Kominfo, Syukri Batu­bara dalam laporannya mengatakan, penyediaan jasa telekomunikasi dan informasi kebijakan KPU/USO dipersiapkan untuk wilayah tertinggal, daerah terpencil, daerah perintisan, perbatasan, tidak layak secara ekonomi dan wilayah yang belum terjangkau akses dan layanan tele­komunikasi.
Pelaksanaan KPU/USO ini berdasarkan kesepakatan yang dibuat dalam siding World Summit on the Information Society (WSIS) di Tunisia beberapa tahun lalu. Pada 2015, seluruh anggota yang tergabung dalam WSIS sudah terrsambung akses telekomunikasi sampai ke pedesaan. Dari evaluasi pelak­sanaannya, kendala utama imple­mentasi program KPU/USO ini di antaranya kurang optimalnya sosia­lisasi, koordinasi dan penga­wasan.
“Harapan kami dengan mo­mentum ini semangat kebersamaan dan koordinasi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah makin baik, sehingga pemanfaatan program ini dapat lebih optimal, berdaya guna dan berhasil guna,” katanya.

Jumat, 05 Agustus 2011

Masihkah Kita Makan Buah Impor ? baca di blog ini ya ...


Mengapa Eksekutif di China Hobi Bertani


» Sayuran

Jum'at, 5 Agustus 2011, 08:14 WIB
 
VIVAnews - Kekhawatiran langkanya sumber makanan berkualitas, ditambah kenyataan banyaknya penggunaan bahan berbahaya pada makanan di China, mendorong para eksekutif negara ini turun ke ladang. Di tempat ini, mereka bertani, menumbuhkan makanan dengan tangan mereka sendiri.

Eksekutif dari berbagai profesi ini, di antaranya guru, konsultan, atau ahli komputer, rela mengganti kemeja kerja mereka dengan pakaian seadanya dan berkotor-kotor di ladang. Pekerjaan berladang yang mereka tekuni setiap akhir pekan ini dilakukan di ladang sewaan bernama Little Donkey di pinggiran kota Beijing.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 700 orang menyewa ladang untuk menggarapnya sendiri di tempat ini. Di lahan kecil yang mereka sewa, mereka mengaku tidak takut jika tanaman wortel, tomat, dan mentimun yang mereka tanam mengandung zat berbahaya. "Kami justru takut akan keamanan makanan jika tidak menumbuhkannya sendiri," ujar seorang penyewa, Hi Liying dikutip dari laman BBC, 4 Agustus 2011.

Para penyewa mengaku puas dengan hasil ladang mereka. Beberapa tanpa ragu-ragu langsung memasaknya di rumah atau memberikannya kepada anak-anak mereka dan dimakan mentah-mentah. "Jelas rasanya lebih enak jika kita menanamnya sendiri," ujar Liying lagi.

Tidak hanya di Beijing, lahan penyewaan untuk berladang ini juga tersebar di seluruh China. Dilaporkan puluhan lahan penyewaan lainnya juga banyak diminati orang-orang kelas menengah ke atas di China.

Maraknya usaha penyewaan lahan ini terdorong oleh kekhawatiran masyarakat akan keamanan dan kesehatan makanan di China. Berbagai skandal, mulai dari makanan yang menyala di tempat gelap sampai pewarna makanan pada roti membuat rakyat China semakin ketakutan.

Kasus yang aneh menyangkut makanan terbaru adalah kasus meledaknya ribuan semangka di kota Danyang, provinsi Jiangsu, Mei silam. Dilaporkan lebih dari ribuan semangka di lahan seluas 45 hektar meledak, diduga akibat terlalu banyak menggunakan bahan kimia pengembang tanaman.

Paling memilukan mungkin kasus yang menimpa 300.000 balita akibat susu formula mengandung melamine di seluruh China. Beberapa di antaranya didiagnosa terkena penyakit batu ginjal. Sebanyak enam anak meninggal akibat kontaminasi ini.

Akibat peristiwa ini, pemerintah China menerapkan peraturan yang lebih ketat untuk memastikan keamanan makanan mereka. Jika terbukti bersalah, para pelaku terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Murottal dan Terjemah Surat Al-Haaqqah [Hari Kiamat]

Kamis, 04 Agustus 2011

Komunikasi Efektif Menyampaikan Visi

Menyampaikan Visi dan Strategi Rumit dengan Sederhana PDF Cetak E-mail
Kamis, 04 Agustus 2011  11:25
Mengkomunikasikan ide-ide yang relatif rumit pada banyak orang merupakan sebuah pekerjaan yang melelahkan. Hadirin akan mendengarkan dengan penuh perhatian tetapi mereka hanya akan mengingat sedikit bagian dari apa yang disampaikan. Visi dan strategi utama seorang pemimpin harus dikerucutkan menjadi beberapa pernyataan yang kuat dan sederhana.

John F. Kennedy, Presiden Amerika Serikat ke-35, terpilih di tahun 1961 dalam pidato Penerimaan Nominasi Presidennya yang disusun setahun sebelumnya, Kennedy merancang sebuah visi yang berani tantang Amerika Serikat yang bisa bersatu mengatasi masalah abad itu, seperti yang dilakukan oleh para perintis di abad yang lalu yang telah berhasil mengatasi masalah-masalah dalam periode ekspansi besar-besaran ke wilayah Barat.

"Karena saya berdiri di sini malam ini menghadap ke Barat yang dulunya dianggap sebagai batas akhir. Dari daratan yang terbentang sepanjang 3000 mil di belakang saya, para perintis dari masa lalu mengorbanan rasa aman, nyaman dan kadang nyawa mereka sendiri untuk membangun sebuah dunia baru di sini, Barat. Motto mereka bukan 'bekerja untuk diri sendiri' tetapi 'bekerja bersama untuk satu tujuan.' Kini sebagian orang berkata bahwa para pejuang tersebut sudah tamat riwayatnya, bahwa semua cakrawala telah dijelajahi, bahwa semua peperangan telah dimenangkan, bahwa tiada lagi batas Amerika. Namun saya tunjukkan pada Anda bahwa Perbatasan Baru ada di sini, tak peduli Anda mencarinya atau tidak. Di luar garis perbatasan itu terbentang daerah yang tak terpetakan dalam sains dan ruang, permasalahan yang teak terpecahkan tentang perdamaian dan perang, kantong-kantong kebodohan dan prasangka, pertanyaan-pertanyaan tak terjawab tentang kemiskinan dan keadaan berkelimpahan.

“Perbatasan Baru” menjadi sebuah frase yang begitu kuat yang mengandung tujuan pemerintahan Kennedy, termasuk permasalahan kompleks tentang reformasi ketenagakerjaan, pemukiman, dan hak-hak sipil.

Dengan cara yang sama, visi-visi perusahaan yang sangat bagus dapat dengan cepat diketahui dan dipahami dalam tingkatan naluriah oleh semua bagian perusahaan dan bahkan oleh masyarakat secara umum. Di tahun 1960-an, saat perusahaan persewaan mobil Avis membahas masalah bahwa mereka berada di peringkat kedua setelah pesaingnya Hertz, mereka mengadopsi suatu slogan yang bisa diingat dengan mudah, “Kami mencoba lebih keras”. Pesan bahwa Avis akan mencoba lebih keras untuk memuaskan pelanggan karena mereka bukan yang terdepan di pasar dimengerti dengan cepat oleh masyarakat dan menjadi suatu pernyataan ikonik mengenai prinsip-prinsip dasar sebuah perusahaan. Slogan itu diperkenalkan oleh Robert Townsend, yang semasa jabatannya sebagai CEO Avis menyaksikan bagaimana perusahaan tersebut berkembang dari perusahaan yang merugi menjadi perusahaan dengan profitabilitas tinggi dan siapa sosok yang memimpin perusahaan untuk menjadi raksasa dalam pasar persewaan mobil seluruh dunia.

Padatkan visi dan strategi kunci Anda menjadi pernyataan yang sangat sederhana. Jika Anda tidak bisa menyatakan dengan sederhana, maka pernyataan itu belum benar. Jika Anda bisa, ubahlah pernyataan sederhana dari strategi kunci menjadi slogan yang mudah diingat. Lakukan dengan baik dan Anda akan terkenal.
Menyampaikan Visi dan Strategi Rumit dengan Sederhana PDF Cetak E-mail
Kamis, 04 Agustus 2011  10:10
Mengkomunikasikan ide-ide yang relatif rumit pada banyak orang merupakan sebuah pekerjaan yang melelahkan. Hadirin akan mendengarkan dengan penuh perhatian tetapi mereka hanya akan mengingat sedikit bagian dari apa yang disampaikan. Visi dan strategi utama seorang pemimpin harus dikerucutkan menjadi beberapa pernyataan yang kuat dan sederhana.

John F. Kennedy, Presiden Amerika Serikat ke-35, terpilih di tahun 1961 dalam pidato Penerimaan Nominasi Presidennya yang disusun setahun sebelumnya, Kennedy merancang sebuah visi yang berani tantang Amerika Serikat yang bisa bersatu mengatasi masalah abad itu, seperti yang dilakukan oleh para perintis di abad yang lalu yang telah berhasil mengatasi masalah-masalah dalam periode ekspansi besar-besaran ke wilayah Barat.

"Karena saya berdiri di sini malam ini menghadap ke Barat yang dulunya dianggap sebagai batas akhir. Dari daratan yang terbentang sepanjang 3000 mil di belakang saya, para perintis dari masa lalu mengorbanan rasa aman, nyaman dan kadang nyawa mereka sendiri untuk membangun sebuah dunia baru di sini, Barat. Motto mereka bukan 'bekerja untuk diri sendiri' tetapi 'bekerja bersama untuk satu tujuan.' Kini sebagian orang berkata bahwa para pejuang tersebut sudah tamat riwayatnya, bahwa semua cakrawala telah dijelajahi, bahwa semua peperangan telah dimenangkan, bahwa tiada lagi batas Amerika. Namun saya tunjukkan pada Anda bahwa Perbatasan Baru ada di sini, tak peduli Anda mencarinya atau tidak. Di luar garis perbatasan itu terbentang daerah yang tak terpetakan dalam sains dan ruang, permasalahan yang teak terpecahkan tentang perdamaian dan perang, kantong-kantong kebodohan dan prasangka, pertanyaan-pertanyaan tak terjawab tentang kemiskinan dan keadaan berkelimpahan.

“Perbatasan Baru” menjadi sebuah frase yang begitu kuat yang mengandung tujuan pemerintahan Kennedy, termasuk permasalahan kompleks tentang reformasi ketenagakerjaan, pemukiman, dan hak-hak sipil.

Dengan cara yang sama, visi-visi perusahaan yang sangat bagus dapat dengan cepat diketahui dan dipahami dalam tingkatan naluriah oleh semua bagian perusahaan dan bahkan oleh masyarakat secara umum. Di tahun 1960-an, saat perusahaan persewaan mobil Avis membahas masalah bahwa mereka berada di peringkat kedua setelah pesaingnya Hertz, mereka mengadopsi suatu slogan yang bisa diingat dengan mudah, “Kami mencoba lebih keras”. Pesan bahwa Avis akan mencoba lebih keras untuk memuaskan pelanggan karena mereka bukan yang terdepan di pasar dimengerti dengan cepat oleh masyarakat dan menjadi suatu pernyataan ikonik mengenai prinsip-prinsip dasar sebuah perusahaan. Slogan itu diperkenalkan oleh Robert Townsend, yang semasa jabatannya sebagai CEO Avis menyaksikan bagaimana perusahaan tersebut berkembang dari perusahaan yang merugi menjadi perusahaan dengan profitabilitas tinggi dan siapa sosok yang memimpin perusahaan untuk menjadi raksasa dalam pasar persewaan mobil seluruh dunia.

Padatkan visi dan strategi kunci Anda menjadi pernyataan yang sangat sederhana. Jika Anda tidak bisa menyatakan dengan sederhana, maka pernyataan itu belum benar. Jika Anda bisa, ubahlah pernyataan sederhana dari strategi kunci menjadi slogan yang mudah diingat. Lakukan dengan baik dan Anda akan terkenal.