AL QURAN

Kamis, 07 Juli 2011

Resiko Bisnis

Mengatasi Risiko Bisnis PDF Cetak E-mail
Kamis, 07 Juli  2011 09.25
biz_risk1Banyak orang berpendapat, bahwa salah satu ciri entrepreneur yaitu berani mengambil risiko. Seorang entrepereneur dapat melihat risiko jika ia keluar dari zona nyaman, dan masuk ke dalam zona baru yang penuh dengan ketidakpastian. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah, bahwa seorang entrepreneur sukses bukanlah orang yang hanya sekadar berani mengambil risiko. Lebih dari itu, mereka juga harus bisa mengelola segala risiko menjadi sebuah peluang baru yang menguntungkan.

Memulai usaha memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Dibutuhkan keberanian dan strategi bisnis yang matang, sebelum akhirnya masuk ke zona yang serba tak pasti ini. Semua peluang bisnis memang memiliki risiko, walaupun tingkat risiko yang dimiliki berbeda-beda. Ada usaha yang berisiko besar, dan ada pula yang risikonya kecil, namun bukan berarti risiko-risiko tersebut tidak bisa diatasi dan diminimalisasi. Bagaimana cara mengatasi atau mengurangi risiko bisnis? Berikut langkah-langkah yang perlu Anda perhatikan.

1. Sebelum memulai usaha, sebaiknya Anda melakukan riset mengenai hambatan-hambatan yang mungkin akan muncul di tengah perjalanan usaha. Dengan begitu Anda dapat menyiapkan strategi sedini mungkin, untuk mengantisipasi hambatan di masa depan. Salah satu risiko yang sering menghambat adalah risiko peningkatan persaingan bisnis.

2. Pilihlah peluang bisnis sesuai dengan skil dan minat yang Anda miliki. Jangan sampai Anda memulai usaha hanya karena ikut-ikutan tren yang ada. Dengan memulai usaha sesuai dengan skil dan minat, setidaknya Anda memiliki bekal pengetahuan dan keahlian untuk mengurangi dan mengatasi segala risiko yang muncul di tengah perjalanan Anda. Hindari peluang usaha yang tidak Anda kuasai, ini dilakukan agar Anda tidak kesulitan dalam mengatasi segala risikonya.

3. Carilah informasi mengenai kunci kesuksesan bisnis Anda. Hal tersebut bisa membantu Anda untuk menentukan langkah-langkah yang dapat membuat usaha Anda berkembang, dan langkah apa saja yang tidak perlu dilakukan untuk mengurangi munculnya risiko yang tidak diinginkan.

4. Sesuaikan besar modal usaha yang Anda miliki dengan risiko usaha yang Anda ambil. Jangan terlalu memaksakan diri untuk mengambil peluang usaha yang berisiko besar, jika modal usaha yang Anda miliki juga masih terbatas.

5. Kesuksesan bisnis bisa dibangun dengan adanya keteguhan hati yang didukung kreativitas. Dengan keteguhan hati serta kreativitas mencipta ide-ide baru, kesuksesan usaha akan mudah dicapai. Jika Anda mampu memenuhi syarat ini, segala risiko yang muncul, akan bisa Anda atasi dengan baik.

6. Carilah informasi tentang prospek bisnis tersebut sebelum mengambil sebuah risiko. Saat ini banyak peluang usaha yang tiba-tiba booming, namun prospek bisnisnya tidak bisa bertahan lama. Hanya dalam hitungan bulan saja, bisnis tersebut surut seiring dengan bergantinya tren pasar. Sebaiknya Anda menghindari jenis peluang usaha seperti itu, karena risikonya cukup besar.

7. Ketahui tingkat kebutuhan masyarakat akan produk Anda. Semakin besar tingkat kebutuhan konsumen akan sebuah produk, maka risiko bisnis akan semakin kecil, setidaknya risiko dalam memasarkan produk.

Dari informasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa semua risiko bisnis dapat diatasi dengan kejelian, ketekunan dan kreativitas. Oleh karena itu, tingkatkan kemampuan dan pengetahuan Anda dalam menjalankan usaha, agar segala risiko yang muncul di tengah perjalanan tidak sampai merugikan bisnis Anda.
 

Jam Tangan Rolex Automatic

Kode : ROLEX 03 ( AUTOMATIC ) Jam tangan rolex automatic pakai tanggal kw 1 Harga : 135.000 Diameter : 3,5cm

Hambatan Yang Menutup Peluang Bisnis Anda

Hambatan yang Menutup Peluang Bisnis Anda PDF Cetak E-mail
Minggu, 13 Februari 2011 09:21
hambatan_bizPerekonomian saat ini sedang dalam kondisi sulit. Memulai usaha baru bisa jadi berisiko lumayan tinggi. Karena itu, Anda membutuhkan rencana bisnis dan rencana keuangan yang matang agar produk yang Anda jual memiliki nilai yang tinggi. Untuk meminimalisasi risiko, Anda perlu mengenali hal-hal yang bisa berdampak buruk. Hal-hal apa yang perlu diwaspadai dan bagaimana cara mengatasinya?

1. Hambatan rasa takut

Hal utama yang dapat mempengaruhi keberhasilan bisnis adalah rasa takut gagal, takut sukses, takut kritikan, takut tidak dihargai, dan takut orang lain tidak suka produk Anda. Pahamilah, bahwa rasa takut tersebut bisa menghalangi Anda. Rasa takut jangan dihindari. Hambatan itu harus didekati dan diakrabi, agar Anda dapat mengatasinya.

2. Hambatan hubungan

Bangunlah hubungan baik dengan relasi bisnis dan pelanggan. Hubungan ini adalah langkah penting dalam memulai bisnis. Jika tidak ada pertemuan, maka tidak ada peluang penjualan. Luangkan waktu untuk membangun hubungan, sebelum mulai menjual dan sesudahnya.

3. Merespon dengan lambat

Semakin cepat Anda merespon, Anda akan semakin terlatih untuk jadi responsif. Jangan menunda membalas e-mail atau pesan suara. Jangan menunda menyerahkan proposal atau perjanjian penjualan. Hal ini akan menciptakan kesan bahwa Anda tidak peduli dengan bisnis Anda. Ada yang bilang bahwa merespon dengan cepat membuat Anda kelihatan putus asa dan memaksakan diri dalam berbisnis. Ini salah besar. Respon cepat justru membuat Anda nampak aktif dan menjanjikan.

4. Memaksa

Tidak seorangpun yang suka pada pemaksa. Jadi, saat calon pembeli Anda mengatakan “tidak”, jangan memaksa. Cari dan dapatkan calon pembeli lain segera. Cara ini lebih baik dan lebih menguntungkan bagi hubungan jangka panjang Anda dengan mereka.

5. Berhenti menjual saat ditolak

Ditolak memang tidak enak, tapi menyerah juga bukan cara yang tepat. Penolakan adalah hal wajar, yang merupakan bentuk respon awal seseorang atas sesuatu yang belum dikenalnya. Jika Anda sales door to door, Anda bisa jadi ditolak masuk oleh satpam yang bertugas di depan. Ia menolak bukan karena tak mau, melainkan karena memang tugasnyalah menolak kunjungan tamu tak diundang. Cobalah untuk lebih asertif.

6. Ingin semuanya kelihatan sempurna

Tidak ada hal yang sempurna dalam bisnis, termasuk juga proposal dan surat respon. Tampillah apa adanya. Bisnis yang baik adalah bisnis yang jujur. Kejujuran lebih utama dibandingkan dengan kesempurnaan yang palsu. Jangan tipu pelanggan dan klien Anda.

7. Bersikap subyektif

Jangan menjual dengan menyisipkan pendapat pribadi. Orang-orang cenderung tidak peduli dengan pendapat Anda saat Anda sedang menjual. Simpan pandangan politik, sosial, dan norma Anda untuk diri sendiri saja.

8. Kurang fokus

Jika Anda tidak fokus dengan karyawan, klien, dan prospek Anda, Anda jadi kelihatan lemah. Ketidakfokusan organisasi akan membuat para staf jadi bingung akan prioritas yang harus mereka kerjakan. Dan ini akan memunculkan kekacauan kerja sistem.

9. Tidak berterima kasih

Kesuksesan dalam bisnis tidak bisa tercapai tanpa usaha. Selama menjalankan bisnis, banyak pihak akan memberi masukan atau membantu Anda mengatasi masalah. 
  

Kesalahan-kesalahan Umum Dalam Menuyusn Rencana Bisnis

Kesalahan Umum dalam Menyusun Rencana Bisnis PDF Cetak E-mail
business-plan-warnApa kesalahan paling umum saat menulis rencana bisnis? Dalam membuat rencana bisnis ada hal-hal yang perlu dihindari. Anda juga mungkin memerlukan semacam daftar untuk membantu kelengkapan konten rencana bisnis Anda. Karena sering kali kita memasukkan informasi yang tidak perlu, dan lupa mencantumkan hal-hal penting. Berikut ini adalah tiga ‘warning’ dalam membuat rencana bisnis.

1. Kurang optimis

Ada banyak pengusaha yang menulis rencana bisnis dengan nada yang tidak optimis. Mereka menyerah sebelum mewujudkannya. Mereka mencantumkan kalimat-kalimat seperti, “Kalau ada kesempatan nanti, saya akan…” atau “Kami menunggu hinga kondisi…” Bank atau investor tidak akan menunggu hingga Anda menjadi layak untuk mendapat pinjaman dana. Ingatlah, yang Anda ingin menangkan adalah perhatian. Jangan menulis hal-hal yang akan membuat Anda kehilangan seluruh kesempatan hanya karena rencana bisnis Anda memiliki ‘aura kegagalan’.

2. Tanpa arus kas yang jelas

Banyak pengusaha berpikir untuk mendapat keuntungan, bukan memikirkan arus kas. Ini cara yang kurang tepat. Memang, untuk memulai sebuah usaha Anda pasti membayangkan dan memikirkan memikirkan biaya produksinya, cara menjualnya, dan sebesar apa keuntungan yang mungkin diperoleh. Jadi, cantumkanlah semua rencana atau bayangan arus kas. Jangan hanya menulis, “Kami butuh dana sebesar ini” atau “Kami menharapkan keuntungan sebesar ini.” Sumber dana atau calon pemodal Anda harus tahu peluang keuntungan dan resiko kerugian yang dihadapi. Dalam bisnis, keuntungan bukan hal yang pasti ada. Karena itulah memahami rencana arus kas menjadi sangat penting. Dalam sebuah rencana bisnis harus ada tabel arus kas.

3. Terlalu mementingkan ide

Jangan melebih-lebihkan pentingnya ide. Ada banyak bisnis kreatif yang sukses. Namun sebenarnya Anda tidak selalu memerlukan ide yang bagus untuk memulai sebuah bisnis. Ide kreatif memang menjanjikan kesuksesan, namun itu tidak mutlak. Yang lebih Anda perlukan adalah waktu, uang, ketekunan, dan akal sehat. Bisnis yang sepenuhnya hanya mengandalkan ide-ide baru, justru biasanya tidak tahan lama. Gagasan baru butuh waktu untuk diterima masyarakat, sementara ide yang sudah ada
justru kadang lebih ‘menjual’. Ini terjadi karena banyak orang biasanya punya keraguan ide baru tersebut akan bekerja dengan baik. (*/Nilam/dari berbagai sumber)

Berita : Momentum Kebangkitan, Kuasai TI - Harian Pagi Padang Ekspres

Berita : Momentum Kebangkitan, Kuasai TI - Harian Pagi Padang Ekspres